ETIKA KERJA
mengapa
etika kerja penting? Etika kerja membentuk karakter pekerja dalam menjalani
tugas yang diberikan seperti bisa menyelesaikan tugas tepat waktu, bahkan akan
bekerja dengan waktu yang lebih panjang agar hasilnya memuaskan dan memiliki
kualitas bisa diandalkan. Mempunyai etika bekerja sebaik ini akan menghasilkan
kepuasan tersendiri bagi si pekerja dan atasan. Mempertahankan etika kerja
dengan baik akan melahirkan sebuah kemajuan dalam karir kamu.
1. Pahami aturan tak tertulis di tempat kerja
Selain peraturan yang sudah
baku, ada sejumlah aturan tak tertulis atau etika yang juga membantu interaksi
sehari-hari di tempat kerja berjalan mulus. Meski tak tertulis, etika ini
merupakan faktor yang berpengaruh pada prestasi kerja Anda. Bukankah kalau merasa
nyaman dengan rekan-rekan kerja, merasa betah hingga menganggap kantor sebagai
rumah kedua, tanpa disadari kita akan senantiasa terpacu untuk menunjukkan
kinerja terbaik? Dengan memahami dan mengaplikasikan etika, kita juga pasti
akan lebih diterima di lingkungan.
2. Tepat waktu
Selalu mengupayakan segalanya
tepat waktu sangatlah penting. Kebiasaan baik ini menunjukkan bahwa kita
menghargai waktu para kolega dan pada gilirannya mereka pun akan menghargai
kita. Pepatah yang tepat untuk diingat, “waktu tidak akan pernah menunggu siapa
pun.” Jadi, jangan pernah sekalipun terlambat datang ataupun menyelesaikan
tenggat kerja.
3. Kenakan busana kerja yang
pantas
Kebanyakan perusahaan umumnya
sudah menetapkan kode berbusana yang wajib dipatuhi. Ada beberapa jenis
pekerjaan yang membebaskan karyawannya dalam berpakaian.Tapi tetaplah
berbusana yang pantas. Ingat, kantor bukanh ajang pesta tempat orang memamerkan
koleksi mahal. Sesuaikan juga dengan acara dan situasi.Jika ada
janji bertemu klien, pilih busana formal agar citra perusahaan tetapterjaga.
4. Menjauh dari gosip
Kebiasaan bergosip di kantor
bisa mengusik kerja, bahkan mengancam perjalanan karier. Dengan menghindari
gosip, pikiran kita tidak akan terganggu oleh hal-hal remeh yang biasanya tidak
penting. Lagipula, kita tak ingin orang lain bergosip tentang diri
kita sendiri bukan? Jika ingin berkomentar, sebaiknya berilah yang
mengandung muatan positif.
5. Selalu mintalah ijin saat
meminjam
Sedekat atau seakrab apa pun
relasi dengan rekan kerja, tetaplah meminta ijin saat ingin meminjam sesuatu.
Perilaku ini menyiratkan kita orang yang menghargai orang lain dengan segala
kepemilikannya.
6. Bertutur sopan dan selalu
ucapkan terima kasih
Tutur yang santun dan kata-kata
manis pasti akan mengakrabkan suasana kerja sekaligus menjaga semangat kerja.
Tumbuhkan kebiasaan baik ini dan mulailah dari diri sendiri. Misalnya,
saat berpapasan dengan rekan di lobi, usahakan memberi senyum dan
mengangguk sopan meskinpun yang bersangkutan bukanlah teman akrab.
Kesantunan mewakili sikap Anda
yang menghargai keberadaan mereka. Bahasa yang digunakan saat berinteraksi
dengan orang lain juga berpengaruh terhadap relasi pribadi. Kata-kata kasar dan
tak senonoh jelas akan melukai. Hindari pula beragam sindiran maupun lelucon
yang tidak pada tempatnya.
7. Jangan menyela pembicaraan
Melakukan kebiasaan ini hanya
akan menunjukkan keegoisan Anda untuk menunjukkan pada dunia bahwa waktu dan
pendapat Anda lebih penting ketimbang orang lain. Catat, tak ada rekan kerja
yang bisa menerima sikap egois. Kalau rekan kerja atau bawahan sedang menerima
telepon atau tengah berbincang dengan orang lain, sementara Anda ingin bertanya
mengenai sesuatu, semendesak apa pun, jangan pernah menginterupsi
pembicaraannya. Tunggulah sejenak sampai usai bicara. Atau berilah kode
memintanya segera menemui Anda begitu pembicaraannya selesai.
8. Pelankan suara
Di kantor yang mayoritas ruang
karyawannya tak berpintu, hal yang paling sering dikeluhkan adalah kebisingan
orang-orang di ingkungan kerjanya. Jadi, menjaga ketenangan haruslah menjadi
prioritas karyawan.
Saat bicara dengan rekan kerja
ataupun di telepon, tak perlu berteriak atau bersuara keras. Terutama bila Anda
melakukan pembicaran pribadi. Begitu juga saat melakukan penilaian kinerja yang
memang membutuhkan waktu bicara agak lama. Menunjukkan sikap tak patut atau
berkata dengan nada tinggi cenderung membuat orang terpancing marah. Jangan
salahkan bila orang yang bukan menjadi lawan bicara pun akan menyimpan perasaan
tidak suka dan tidak nyaman berdekatan dengan Anda.
9. Kontrol Telepon Selular
Pastikan suara ponsel tak
mengganggu orang lain. Sebaiknya selama jam kerja matikan nada dering, cukup
gunakan fitur getar saja. Seyogianya hindari pula bolak-balik menelepon terkait
urusan pribadi selama jam kerja, apalagi bila ada tugas penting yang harus
diselesaikan. Lagi pula, buat apa membiarkan semua rekan kerja tahu kehidupan
pribadi. Misalnya saat tengah bertengkar dengan suami. Saat menerima telepon di
HP, alangkah baiknya bila segera menuju koridor atau mencari ruang tersendiri
yang memiliki pintu hingga Anda bisa melanjutkan pembicaraan secara lebih
pribadi tanpa mengusik ketenangan kerja orang lain.
10. Jangan berisik saat
dengarkan musik
Kalau mau mendengarkan alunan
musik selagi bekerja, kecilkan nadanya atau kenakan headphone. Ingat,
ini menyangkut selera. Jenis musik yang menurut Anda enak dinikmati bisa jadi
terdengar aneh dan tak mengenakkan di telinga rekan kerja. Sayangnya, tak
sedikit rekan kerja yang tidak enak hati untuk langsung menegur. Nah, bila
tetangga sebelah jadi ikut-ikutan menggunakan headphone bisa
jadi ia sebenarnya terusik dengan suara musik Anda.
Sumber
:
Komentar
Posting Komentar