Akulturasi Budaya
AKULTURASI BUDAYA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Akulturasi (acculturation atau culture
contact) adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan
kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing
dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun
diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya
kepribadian kebudayaan itu sendiri. Secara singkat, akulturasi adalah
bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa
menghilangkan unsur kebudayaan asli.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
yang dimaksud Akulturasi?
2. Bagaimana
cara terjadinya akulturasi?
3. Jelaskan hasil Alturasi kebudayaan hindu-buddha dengan kebudayaan Nusantara!
1.3 TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini
adalah:
1. Memenuhi
tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
2. Untuk
memahami lebih dalam bagaimana terjadinya akuturasi dan hasil yang diperoleh dari akulturasi kebudayaan hindu-budha dengan kebudayaan Nusantara
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
AKULTURASI
Akulturasi
merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa latin yaitu acculturate yang
mempunyai arti tumbuh dan berkembang bersama-sama. Secara umum, Akulturasi adalah
suatu proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu
kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing
dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun
diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya
kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Sementara
itu, menurut Koentjaraningrat, akulturasi adalah proses
sosial yang terjadi ketika kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu terkena
budaya asing yang berbeda. Persyaratan proses akulturasi adalah senyawa
(afinitas) bahwa penerimaan budaya tanpa rasa kejutan, maka keseragaman
(homogenitas) sebagai nilai baru dicerna karena tingkat dan pola budaya
kesamaan.
2.2 PROSES TERJADINYA AKULTURASI
Proses akulturasi berlangsung dalam jangka waktu yang
relative lama. Hal itu disebabkan adanya unsur-unsur budaya asing yang diserap
secara selektif dan ada unsur-unsur budaya yang ditolak sehingga proses
perubahan kebudayaan melalui akulturasi masih mengandung unsur-unsur budaya
lokal yang asli.
Bentuk kontak kebudayaan yang menimbulkan proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.
Bentuk kontak kebudayaan yang menimbulkan proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.
- Kontak kebudayaan dapat terjadi pada seluruh, sebagian, atau antarindividu dalam masyarakat.
- Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang memiliki jumlah yang sama atau berbeda.
- Kontak kebudayaan dapat terjadi antara kebudayaan maju dan tradisional.
- Kontak kebudayaan dapat terjadi antara masyarakat yang menguasai dan masyarakat yang dikuasai, baik secara politik maupun ekonomi.
Berkaitan dengan proses terjadinya akulturasi, terdapat beberapa unsur-unsur yang terjadi dalam proses akulturasi, antara lain sebagai berikut.
Substitusi
Substitusi adalah pengantian unsur kebudayaan yang lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Misalnya, sistem komunikasi tradisional melalui kentongan atau bedug diganti dengan telepon, radio komunikasi, atau pengeras suara.
Substitusi adalah pengantian unsur kebudayaan yang lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Misalnya, sistem komunikasi tradisional melalui kentongan atau bedug diganti dengan telepon, radio komunikasi, atau pengeras suara.
Sinkretisme
Sinkretisme adalah percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru. Misalnya, percampuran antara sistem religi masyarakat tradisional di Jawa dan ajaran Hindu-Buddha dengan unsur-unsur ajaran agama Islam yang menghasilkan sistem kepercayaan kejawen.
Sinkretisme adalah percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru. Misalnya, percampuran antara sistem religi masyarakat tradisional di Jawa dan ajaran Hindu-Buddha dengan unsur-unsur ajaran agama Islam yang menghasilkan sistem kepercayaan kejawen.
Adisi
Adisi adalah perpaduan unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Misalnya, beroperasinya alat transportasi kendaraan angkutan bermotor untuk melengkapi alat transportasi tradisional seperti cidomo (cikar, dokar, bemo) yang menggunakan roda mobil di daerah Lombok.
Adisi adalah perpaduan unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Misalnya, beroperasinya alat transportasi kendaraan angkutan bermotor untuk melengkapi alat transportasi tradisional seperti cidomo (cikar, dokar, bemo) yang menggunakan roda mobil di daerah Lombok.
Dekulturasi
Dekulturasi adalah proses hilangnya unsur-unsur kebudayaan yang lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru. Misalnya, penggunaan mesin penggilingan padi untuk mengantikan penggunaan lesung dan alu untuk menumbuk padi.
Dekulturasi adalah proses hilangnya unsur-unsur kebudayaan yang lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru. Misalnya, penggunaan mesin penggilingan padi untuk mengantikan penggunaan lesung dan alu untuk menumbuk padi.
Originasi
Originasi adalah masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan social budaya dalam masyarakat. Misalnya,
Originasi adalah masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan social budaya dalam masyarakat. Misalnya,
masuknya teknologi listrik ke pedesaan. Masuknya teknologi listrik ke pedesaan
menyebabkan perubahan perilaku masyarakat pedesaan akibat pengaruh informasi
yang disiarkan media elektronik seperti televisi dan radio. Masuknya berbagai
informasi melalui media massa tersebut mampu mengubah pola pikir masyarakat di
bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan hiburan dalam masyarakat
pedesaan. Dalam bidang pendidikan, masyarakat menjadi sadar akan pentingnya
pendidikan untuk meningkatkan harkat dan martabat warga masyarakat. Dalam
bidang kesehatan masyarakat menjadi sadar pentingnya kesehatan dalam kehidupan
masyarakat, seperti, kebersihan lingkungan, pencegahan penyakit menular dan
perawatan kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak,
serta peningkatan kualitas gizi masyarakat. Dalam bidang perekonomian,
masyarakat pedesaan menjadi semakin memahami adanya peluang pemasaran produk-produk
pertanian ke luar daerah.
Rejeksi
Rejeksi adalah proses penolakan yang muncul sebagai akibat proses perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan dampak negatif bagi sebagian anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan. Misalnya, ada sebagian anggota masyarakat yang berobat ke dukun dan menolak berobat ke dokter saat sakit.
Rejeksi adalah proses penolakan yang muncul sebagai akibat proses perubahan sosial yang sangat cepat sehingga menimbulkan dampak negatif bagi sebagian anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan. Misalnya, ada sebagian anggota masyarakat yang berobat ke dukun dan menolak berobat ke dokter saat sakit.
2.3
CONTOH AKULTURASI BUDAYA
Beberapa contoh hasil akulturasi antara kebudayaan
Hindu-Buddha dengan Kebudayaan Nusantara seperti sebagai berikut.
1. Seni Bangunan
Pada dasarnya, bentuk bangunan candi yang ada di
Indonesia adalah bentuk akulturasi antar unsur-unsur kebudayaan Hindu-Buddha
dengan unsur budaya Indonesia asli. Bangunan yang terkesan megah, patung
perwujudan dewa, serta bagian-bagian candi dan stupa adalah salah satu unsur
yang berasal dari India. Salah satu contohnya adalah seperti Candi yang ada di
Pulau Jawa tepatnya Magelang, Jawa Tengah, yakni Candi Borobudur.
2. Seni Rupa
dan Seni Ukir
Adanya
pengaruh dari India juga tentu membawa perkembangan di dalam bidang Seni Rupa,
pahat, dan ukir. Hal ini kenyataannya dapat dilihat pada relief-relief atau
seni ukir yang dipahat pada bagian dinding candi. Misalkan seperti Relief yang
dipahat pada dinding-dinding pagar langkan di Candi Borobudur yang berupa
pahatan riwayat sang Buddha.
3. Seni Pertunjukan
Menurut JLA Brandes, Gamelan merupakan salah satu
instrumen diantara seni pertunjukan asil yang dimiliki oleh Indonesia sebelum
unsur-unsur budaya India masuk. Selama berabad-abad lamanya, gamelan juga
mengalami perkembangan dengan masuknya unsur budaya baru baik pada segi bentuk
ataupun kualitas.
Macam-macam gamelan itu sendiri dapat dikelompokkan
dalam :
- Chordophones
- Aerophones
- Membranophones
- Tidophones
- Xylophones
4. Seni
Sastra dan Seni Aksara
Masuknya India ke Indonesia membawa pengaruh perkembangan
seni sastra yang besar di Indonesia. Seni Sastra pada masa itu ada yang
berbentuk prosa dan ada pula yang berbentuk puisi. Berdasar isinya,
kesusastraan dikelompokkan menjadi 3, yakni :
- Tutur (Pitutur kitab keagamaan)
- Kitab hukum
- Wiracarita (Kepahlawanan
Bentuk kepahlawanan/wiracarita sangat terkenal di
Indonesia. Misal seperti Bharatayuda, yang digubah Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
Karya Sastra yang semakin berkembang terutama yang
bersumber dari Mahabharata dan Ramayana ini, memunculkan seni pertunjukan
wayang kulit. Pertunjukan wayang kulit yang ada di Indonesia, khususnya di
Pulau Jawa sudah sangat mendarah daging. Isi dan ceritanya banyak yang
mengandung nilai-nilai pendidikan. Cerita di dalam pertunjukan wayang ini
berasal dari India, akan tetapi, wayangnya asli berasal dari Indonesia.
5. Sistem
Kepercayaan
Sejak masa pra aksara, orang-orang di Kepulauan
Indonesia sudah mengenali adanya simbol-simbol yang bermakna filosofis. Sebagai
salah satu contohnya jika ada orang yang meninggal, di dalam kuburnya disertai
dengan benda-benda. Diantara benda-benda itu terdapat lukisan orang yang sedang
naik perahu, yang memberikan makna bahwa orang yang telah meninggal rohnya akan
melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan yang membahagiakan yakni alam baka.
Masyarakat pada waktu itu sudah percaya bahwa adanya kehidupan sesudah mati
yakni sebagai roh-roh halus. Maka, roh nenek moyang dipuja oleh orang yang
masih hidup (Animisme).
Masuknya pengaruh India kepercayaan terhadap roh halus
tidak punah. Misal, dapat dilihat di dalam fungsi candi. Fungsi candi di India
adalah sebagai salah satu tempat pemujaan.
6. Sistem
Pemerintahan
Setelah datangnya India di Indonesia, dikenal sistem
pemerintahan yang sederhana. Pemerintahan di sini yang dimaksud adalah semacam
pemerintah pada suatu desa atau daerah tertentu. Rakyat akan mengangkat seorang
pemimpin yang sudah tua, arif dan dapat membimbing, memiliki kelebihan
tertentu, termasuk di dalam bidang ekonomi, berwibawa, serta mempunyai semacam
kesaktian. Hal ini terjadi dengan jelas di Kerajaan Kutai.
Salah satu buktinya adalah misalnya seorang raja harus
berwibawa dan dipandang bila sang raja memiliki kekuatan gaib/kesaktian seperti
pada pimpinan masa sebelum Hindu-Buddha. Raja tersebut kemudian disembah dan
kalau raja itu meninggal, rohnya dipuja-puja.
7.
Arsitektur
Bangunan keagamaan berupa candi sangat dikenal pada
masa Hindu Budha. Hal ini terlihat jelas di mana pada sosok bangunan sakral
peninggalan Hindu, seperti Candi Sewu, Cadi Gedungsongo dan masih banyak.
Bangunan pertapaan wihara juga merupakan bangunan yang berundak. Terlihat di
beberapa Candi Plaosan, Candi Jalatunda, Candi Tikus dan masih banyak lagi.
Bangunan suci berundak itu sebenarnya telah berkembang
dengan subur pada zaman pra aksara, sebagai penggambaran dari alam semesta yang
bertingkat. Tingkat paling atas merupakan tempat semayam para roh nenek moyang.
Punden berundak itu menjadi sarana khusus persembahyanagan dalam rangka
pemujaan terhadap roh nenek moyang.
BAB
III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kesimpulan dari materi ini yaitu sebagai warga
Indonesia kita harus bangga karena mempunyai banyak kebudayaan yang
bermacam-macam oleh karena itu kita harus menjaga warisan budaya agar tidak
diakui oleh negara lain karena budaya merupakan identitas suatu bangsa.
3.1 SARAN
Karena penulisan makalah ini jauh dari sempurna dan demi
kemajuan karya tulis ini, saya mengharap kritik dan saran. Apabila ada
kesalahan dalam penulisan bahasa, penyusunan makalah ini saya mohon maaf yang
sebesar-besarnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar